Login
Form Surat Online

Register

Link Lainnya

Panduan E-Service



Informasi Pengunjung

Berita Umum

Reformasi Parlemen Kampus Ala DPM FISIP

PDF Cetak E-mail
Jumat, 11 May 2012 09:19

Orangenews, FISIP – Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Unitrta menggelar acara pelatihan parlemen dengan tema “Reformasi Parlemen Kampus” di Auditorium Untirta, Serang, Rabu dan Kamis (2 dan 3 Mei). Peserta pelatihan mendapatkan materi dan bimbingan praktik langsung mengenai mekanisme kerja parlemen dari Sekretariat Jenderal (Setjen), anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, dan DPRD Provinsi Banten.

Ketua DPM FISIP Untirta Hijriatul Mabruk (20) mengatakan, pelatihan parlemen ini merupakan salah satu program kerja DPM FISIP. Ia juga mengungkapkan, tujuan dari diselenggarakannya acara ini ialah memberi gambaran kepada mahasiswa tentang parlemen yang ada di Indonesia beserta mekanisme kerjanya.

“Buat ngasih tahu parlemen yang ada di Indonesia seperti ini teknisnya,” tutur mahasiswa Adiministrasi Negara ini.

Lebih jauh Hijri menjelaskan, tema yang diangkat tidak dimaksudkan untuk mengubah secara keseluruhan sistem parlemen kampus di Untirta, melainkan hanya sebagai saran yang dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan kualitas sistem parlemen kampus di Untirta.

“Soalnya sampai sekarang, jika ada Musma (Musyawarah Mahasiswa) di kampus, masih banyak yang berbeda ketukan palunya,” kata Hijri lagi.

Acara berjalan lancar meski terjadi beberapa kendala teknis, seperti ketersediaan tempat yang dinilai belum memadai dan terputusnya aliran listrik sebanyak dua kali. (Reni) ~sumber:http://orange.fisip-untirta.ac.id/reformasi-parlemen-kampus-ala-dpm-fisip

Diskusi Publik "Politisasi Buruh Indonesia - Amerika"

PDF Cetak E-mail
Jumat, 11 May 2012 09:02

Serang (4/5), Bantenesia - Kisah kehidupan buruh di Banten, khususnya di Tangerang dan di Serang Timur mendapat perhatian dari aktifis sosial asal Amerika Serikat, Jim Keady. Dalam paparannya di Kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (4/5), Jim mengatakan bahwa kehidupan buruh yang tersebar di Banten, khususnya yang bergerak dalam bidang produksi peralatan olah raga yang menyuplai untuk kebutuhan dunia harus dapat hidup layak sesuai dengan produk yang diproduksinya.

Jim Keady hadir sebagai pembicara tunggal dalam Diskusi Publik "Politisasi Buruh Indonesia - Amerika" yang diselenggarakan oleh Fakultas Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten. Dalam paparannya, Jim mengambil contoh kasus Pabrik Sepatu Nike yang merupakan salah satu produsen alat olah raga kelas dunia yang menguasai 31% pasar dunia yang juga digunakan oleh para profesional olah raga.

Untuk membantu advokasi kehidupan para buruh, Jim beberapa kali harus hidup di Tangerang dengan standart kehidupan minimum yang menurut beliau sangat irasional. "Jika kehidupan buruh hanya dibayar dengan standar minimum, maka dipastikan para buruh pabrik tersebut tidak akan bisa hidup sejahtera walau sekedar untuk membiayai hidupnya sendiri," papar Jim.

Dalam melakukan aksi sosialisasi "Perbaikan Kesejahteraan Buruh" Jim dengan LSM Educating for Justice yang dipimpinnya giat melakukan penyebaran informasi buruknya kesejahteraan yang diterima para buruh, sementara keuntungan pabrik Nike sangat besar. Untuk tahun 2011, Nike membukukan keuntungan $ 2.100.000.000.000.

"Saya pikir sangat tidak wajar, jika untuk memperbaiki kehidupan para buruh, Nike masih berlepas tangan dan tidak mau meningkatkan taraf hidup kesejahteraan para buruh," papar Jim.

Sementara itu, Agus Sjafari selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Tirtayasa Serang mengatakan bahwa Diskusi Publik ini dilakukan sebagai bentuk kerjasama dengan dosen dan aktifis sosial dari luar negeri dalam berbagi informasi, "Saya pikir diskusi ini merupakan salah satu bentuk kepedulian FISIP terhadap kehidupan para buruh di Banten, apalagi Untirta bertetangga dengan pabrik-pabrik yang menjadi fokus penelitian Mr. Jim," tutur Agus. (B01) ~ sumber: http://bantenesia.com/index.php/banten/item/429-buruh-banten-harus-hidup-dalam-standar-layak-bukan-hanya-minimum

Orange Tulip Scholarship 2012/2013

PDF Cetak E-mail
Jumat, 20 April 2012 18:55
We are happy to inform you that we launch a new scholarship, called the Orange Tulip Scholarship for the academic year 2012/ 2013. There are in total 6 (six) scholarships available from 3 participating Dutch Higher Education Institutions (Amsterdam Business School of the UvA, Nyenrode and TiasNimbas) and Air France KLM. Attached are the poster and flyer of the program with corresponding orange tulip background, yet more information including application form can be obtained from the following link:
http://www.nesoindonesia.or.id/indonesian-students/informasi-dalam-bahasa/beasiswa/ots/program-orange-tulip-scholarship-bagi-mahasiswa-indonesia-yang-berprestasi
We would be very grateful if you can forward this information to your friends/ colleagues/ relatives who are interested in pursuing a Master’s degree in the Netherlands especially in the field of Business Administration/ Finance or Management. Deadline for submission is April 30, 2012.
In case you have any question regarding the scholarship, you can always contact me.
Thank you and best regards,
STEPHEN WIDJAJA
Alumni Officer
Nuffic Neso Indonesia
Menara Jamsostek, 20th floor
Jalan Gatot Subroto 38
Jakarta 12710
Indonesia
T : +62 (0)21 5290 2172
F : +62 (0)21 5290 2173
E : Alamat E-mail ini dilindungi dari robot spam. Anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya
W : www.nesoindonesia.or.id
W : www.studyinholland.nl
Netherlands Education Support Office (Neso) is a non-profit organization funded by the Dutch Ministry of Education. Neso Indonesia is the representative office of NUFFIC, the Netherlands Organization for International Cooperation in Higher Education. Neso is the official representative in Indonesia for all matters concerning Dutch higher education and promotes and provides information on more than 1500 study programs taught in English in the Netherlands. Neso also initiates and facilitates institutional cooperation between Indonesian and Dutch universities and offers on behalf of the Dutch Government scholarships to more than 200 Indonesians every year.
Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 20 April 2012 19:15

Janji Perpustakaan Pusat Untirta di Ultah ke-30

PDF Cetak E-mail
Jumat, 20 April 2012 17:12

Ada yang berbeda ketika Orange mengunjungi Perpustakaan Pusat Untirta, Selasa (17/4). Senyum-senyum sumringah dan gembira mengembang di bibir para pengunjung di sekitar loket peminjaman dan pintu keluar. Apa Sebabnya?

“Ulang tahun perpus, neng,” salah seorang staf perpustakaan ramah menjawab saat seorang mahasiswa dengan raut wajah yang kebingungan menerima sekotak bingkisan berbalut kertas coklat dari staf perpustakaan tersebut. Ternyata Orange melewatkan banner berisi sebuah pengumuman yang terpampang di sebelah pintu masuk perpustakaan. “Gratis : Perpanjang kartu anggota, bebas pustaka, bingkisan, doorprize bagi yang ultah tanggal 14 April,” begitulah isi pemberitahuan tersebut.

Tidak hanya memberi doorprize menarik, perpustakaan juga memberi dispensasi lain kepada mahasiswa di hari jadinya yang ke-30 itu, seperti menggratiskan biaya perpanjangan kartu anggota dan bebas pustaka. Selain bertujuan menarik pengunjung, pemberian dispensasi dan berbagai macam hadiah juga dimaksudkan untuk berbagi kebahagiaan serta memeriahkan suasana.

“Tujuannya menyosialisasikan perpustakaan sebagai sumber informasi. Selain itu juga memberi dan berbagi kebahagiaan kepada pengunjung. Terus, agar meriah, supaya diingat dan dibutuhkan. Kalau sudah dibutuhkan kan akan dikunjungi,” ujar Anjar Astuti (52), Kepala Perpustakaan pusat Untirta saat ditemui di ruang kerjanya yang mungil dan rapi.

Lebih lanjut lagi, wanita kelahiran Purworejo, Jawa Tengah itu mengungkapkan, pelayanan perpustakaan saat ini masih terdapat banyak kekurangan. Momen ulang tahun ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan kinerja layanan yang diberikan pada mahasiswa di usia yang telah cukup matang itu.

“Evaluasi yang kami lakukan diantaranya, sedang diusahakan kemudahan-kemudahan bagi civitas akademika untuk mengakses perpustakaan. Tahun depan, kita mau pendaftaran kartu anggota untuk mahasiswa baru tidak bayar,” jelasnya.

Masalah kenyamanan yang sering dikeluhkan mahasiswa juga menjadi poin penting dalam agenda evaluasi pihak perpustaaan. “Kami ingin kenyamanan diperbaiki. Ruangan yang sempit dan AC yang mati sudah diajukan berkali-kali ke pihak rektorat, tapi belum ada tanggapan. Setiap tahun selalu saya ajukan untuk perbaikan,” ungkap wanita yang pagi itu mengenakan kemeja batik motif coklat yang serasi dengan kerudung kremnya.

Disadari atau tidak, perpustakaan merupakan salah satu poros kegiatan akademik di suatu universitas yang turut menentukan kualitas mahasiswanya. Selama ini, perpustakaan Untirta sudah cukup berperan dalam upaya tersebut. Ketika ditanya tentang rencana ke depan, Anjar Astuti menjawab, “Yang paling utama itu kenyamanan. Kami sedang berusaha memperbaikinya. Yang kedua, saya ingin perpustakaan ini diperlebar dan dibuatkan ruang baca khusus, jadi akan terpisah antara ruang baca dan ruang koleksi. Yang ketiga, sedang direncanakan layanan perpustakaan berbasis web sehingga civitas akademika bisa mengakses informasi dari perpustakaan dimana saja,”.

Menutup wawancara singkat pagi itu, Anjar Astuti kembali mengulum senyum ramahnya. Sementara, Orange mencatat dengan rapi janji-janji yang diucapkan kepala perpustakaan itu, sambil berharap janji manis tersebut tidak sama dengan janji manis yang sering diumbar para politisi. Semoga. (~orange.fisip-untirta.ac.id)

Sistematika TOR dan LPJ FISIP disusun lebih Sistematis

PDF Cetak E-mail
Jumat, 20 April 2012 17:07
tor dan Lpj











PD II, Mia Dwiana (tengah) sedang menjelaskan sistematika Tor dan LPJ yang akan digunakan pada periode 2012-2016, di Puri Retno 1 Anyer, Selasa (17/4). (Cahyo)

Orangenews, Fisip
– Sistematika penyusunan Tor (Term of Reference) dan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) untuk menunjang kegiatan mahasiswa, mulai tahun 2012 disusun dengan format yang lebih sistematis. Hal tersebut dijelaskan PD II Fisip Untirta, Mia Dwianna pada hari kedua rapat koordinasi kemahasiswaan Fisip di Puri Retno I, Anyer, Selasa (17/4). "Pada dasarnya sistematisasi diperlukan untuk tertib administrasi. Apabila sistematisasi Tor dan LPJ berjalan sesuai rencana, maka ormawa Fisip juga yang akan diuntungkan karena dana terserap dengan baik," jelas Mia.

Selain itu, lanjut Mia, dibuatnya Tor & LPJ juga bertujuan untuk menjaga ketertiban jalannya organisasi.Pembuatan Tor dan LPJ harus dibuat sistematis menurut prosedural yang berlaku. Hal tersebut didasarkan pada permasalahan yang ada dalam pembuatan Tor dan LPJ selama ini, seperti kuantitas yang tercantum dalam Tor dan LPJ tidak sesuai dengan fakta. "Harus sama, kalau peserta seminar berjumlah 50 orang, seminarkitnya jangan ditulis 100," ujarnya, memberikan contoh.

Pencairan Dana
Pada kesempatan tersebut, Mia juga memaparkan aturan pencairan dana untuk kegiatan mahasiswa. Menurut aturan baru, khusus untuk hal-hal yang berbentuk kegiatan seperti seminar, ospek, dsb, 50 persen dana dapat dicairkan ketika ormawa mengajuan Tor. Lima puluh persen sisasnya baru diberikan ketika ormawa telah mengajukan LPJ. Sedangkan untuk inventarisasi, dana dapat dicairkan secara keseluruhan. (Susan/Julio) ~orange.fisip-untirta.ac.id
Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 20 April 2012 17:31
Bantuan
LiveZilla Live Chat Software