Login
Form Surat Online

Register

Link Lainnya


Panduan E-Service




Informasi Pengunjung

Berita Fisip

Talk Show Anti Seks Bebas BEM FISIP Untirta PDF Cetak E-mail
Jumat, 16 Desember 2011 17:46

Serang, (14/12/11) Data terburuk mengungkap fakta yang tidak kalah mirisnya, remaja bahkan rela melakukan aborsi ketika kehamilan menjadi tidak diinginkan: 700 ribu remaja Indonesia setiap tahunnya melakukan aborsi. Padahal tindakan aborsi pun beresiko menjadi kematian. Akibat-akibat lain dari seks bebas di kalangan remaja ini pun berbagai macam, terkena HIV/AIDS, PMS (Penyakit Menular Seksual), KTD (Kehamilan yang Tidak Diinginkan) hingga aborsi (seperti yang disebutkan tadi) yang dapat menyebabkan cacat permanen atau berujung pada kematian. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (BEM-Fisip Untirta) menggelar Talk Show dengan tema "Anti Seks Bebas" acara talk show ini dibuka oleh dekan Fisip Untirta DR. Agus Sjafari, M.Si. kurang lebih 211 peserta yang terdiri dari para mahasiswa dan mahasiswi ikut dalam acara talk show ini. para pematerinya antara lain, Nur Syafitri, S.Psi, M.Si, dari BKKBN Provinsi Banten, H. Didin Aliudin, SKM, M.Kes, Dari Dinkes Provinsi Banten, dan psikolog dari RSUD Kabupaten Serang, Sake Pramawisakti, S.Psi, talk show ini di moderatori oleh Ibenk mahasiswa Fisip Untirta. akibat psikologis yang seringkali terlupakan ketika melakukan hal ini sebenarnya adalah: rasa bersalah, marah, sedih, sesal, malu, kesepian, tidak punya bantuan, bingung, stres, benci diri sendiri, benci orang yang terlibat, takut tidak jelas, insomnia, kehilangan percaya diri, gangguan makan, kehilangan konsentrasi, depresi, berduka, tidak punya pengharapan, cemas, tidak memaafkan diri sendiri, takut hukuman tuhan, mimpi buruk, merasa hampa, halusinasi, sulit mempertahankan hubungan. Remaja sebagai asset yang perlu dijaga dan merupakan generasi penerus bangsa, menurut nur syafitri, dan H. Didin Aliudin mengatakan mari kita hindari seks bebas dan ciptakan generasi yang bebas HIV/AIDS. (Sumber: www.untirta.ac.id)
Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 16 Desember 2011 17:52
Pelepasan Wisuda FISIP 2011 PDF Cetak E-mail
Rabu, 09 November 2011 06:38



Jumat (4/11/11) bahagia dan haru bercampur menjadi satu. dengan tema "Think Globally, Act Locally" diharapkan seluruh wisudawan dapat berwawasan luas dan dapat bertindak sesuai dengan kearifan lokal, dalam acara pelepasan wisudawan dan wisudawati Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa bertempat di gedung B Auditorium. Prof. Dr. H. Sholeh Hidayat, M.Pd Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa menyampaikan sambutannya bagi para wisudawan dan wisudawati "Thinking Globally mengandung pesan agar kita selalu berusaha untuk memahami keanekaragaman sistem ekonomi, budaya, hukum dan politik sebagai bagian dari warga negara dunia dengan visi dan nilai-nilai yang open ended, lebih lanjut kita tidak dapat menghindari arus globalisasi dengan berbagai dampak positif maupun negatif yang ditimbulkannya, namun kata pepatah bijak yang mengatakan "we can not change the winds direction but we can change the wings direction". jadi, apa yang perlu kita lakukan untuk dapat berpikir global dan bertindak secara lokal? sudah banyak contoh yang dilakukan oleh orang-orang sukses untuk menjawab tantangan tersebut. mereka sanggup melihat peluang yang tidak dilihat oleh orang lain. mereka memiliki sikap mental positif, seperti: pola pikir, sikap dan tindakan yang positif, kreatif, inovatif, berkomitmen, sabar, tabah, dan memiliki keterbukaan untuk melakukan relasi positif dengan pihak lain atas dasar kepercayaan, dan selalu belajar dari yang terbaik. Prof. Dr. H. Ahmad Sihabudin, M.si, dekan fakultas ilmusosial dan ilmu politik (FISIP) Untirta menegaskan agar para wisudawan serta wisudawati dapat memberikan langkah nyata terhadap ilmu yang telah diraih selama belajar di perguruan tinggi baik dalam masyarakat, dunia kerja serta menjaga nama baik untirta sebagai perguruan tinggi dimanapun berada, lebih lanjut dekan mengcapkan selamat atas raihan yang telah dicapai selama ini. Dalam kesempatan tersebut perwakilan calon wisuda yang juga peraih IPK terbaik pada wisuda periode desember, Ratu Yulya Chaerani dari Jurusan Ilmu Komunikasi dengan IPK 3,91  dan Zahrotul Addawiyah Iskandar dari jurusan Ilmu Administrasi Negara dengan IPK 3,73 (dalam hal ini diwakili oleh orang tuanya Ibu Hanifah saat memberikan sambutan) menyampaikan terimakasih atas bimbingan, dukungan dan kerjasama yang telah diberikah oleh seluruh civitas akademika FISIP dan Untira yang telah membantu seluruh calon wisudawan hingga akhirnya mereka bisa lulus dari FISIP Untirta. Jumlah peserta yang di wisuda pada angkatan ke X tahun 2011 berjumlah 93 orang terdiri dari jurusan administrasi negara 41 orang, dan dari jurusan ilmu komunikasi 52 orang. lebih lanjut Kepada rekan-rekan Wisudawan dan Wisudawati, wisuda bukan merupakan akhir tapi awal perjalanan kita dalam menempuh babak baru kehidupan. Setelah ini kita akan memasuki dunia kerja yang penuh tantangan, di era globalisasi yang tidak mengenal batas , ruang dan waktu. (~SM.untirta.ac.id)
Seminar Nasional "Memahami Kembali Nasionalisme Kita" PDF Cetak E-mail
Sabtu, 29 Oktober 2011 18:04

 

Serang, (27/10/11) bertempat di gedung B auditorium universitas sultan ageng tirtayasa badan eksekutuif mahasiswa fakultas ilmu sosial dan ilmu politik (BEM-Fisip) mengadakan seminar nasional peringatan 83 tahun sumpah pemuda dengan tema "memahami kembali Nasionalisme Kita". menyadarkan kembali arti penting semangat ke-Indonesia-an yang digagas oleh pemuda-pemuda 80 tahun yang lalu kemudian mendudukkan kembali arti penting semangat nasionalisme sebagai pemersatu dan identitas bangsa indonesia ditengah-tengah beragamnya kepentingan golongan dan juga derasnya arus globalisasi, lebih lanjut merumuskan ulang bentuk dan semangat nasionalisme agar bangsa dan negara indonesia dapat berinteraksi dengan dunia luar tanpa kehilangan jati diri sebagai suatu bangsa dan negara, menurut Prof. Dr. H. Ahmad Sihabudin, M.Si, guru besar sekaligus dekan fisip untirta dalam sambutannya. selanjutnya menurut pembicara Marsekal Muda TNI (Purn) Sumarman, SE, tenaga profesional bidang ideologi Lemhanas RI, menegaskan hakekat pembinaan bela negara adalah upaya yang dilakukan sedini mungkin bagi setiap warga negara dengan tujuan agar memiliki jiwa patriotisme dan semangat nasionalisme yang tinggi guna menjamin tegaknya NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta terpeliharanya kesinambungan pembangunan nasional guna mencapai tujuan nasional. kemudian seminar ini juga menghadirkan pembicara dari kesbangpol provinsi banten dengan pembicara Drs. Sutaryono, M.Si. kemudian dari kemendiknas RI Drs. Tjipto Sumadi, M.Si., M.Pd lebih menekankan kepada pengembangan minat dan dan bakat mahasiswa serta program-program dukungan ditjen dikti kemdiknas, lalu arah pengembangan mahasiswa agar berkembang secara intelektual, keseimbangan emosi, spiritual, warga negara yang bertanggungjawab berkontribusi kepada adanya daya saing bangsa, memiliki kekuatan moral, sebagai inspirator dalam mewujudkan masyarakat madani, berpartisipasi aktif pada publik serta menjadi insan indonesia yang cerdas, komprehensif, dan kompetitif. keynote speech sekaligus membuka acara seminar kebangsaanProf. Dr. H. Sholeh Hidayat, M.Pd, Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, menegaskan rekonstruksi nilai-nilai dasar bangsa ke depan perlu beberapa langkah strategis dalam mengatasi persoalan bangsa; pertama, komitmen untuk meningkatkan kemandirian dan martabat bangsa, kedua; harmonisasi kehidupan sosial dan meningkatkan ekspektasi masyarakat sehingga berkembang mutual social trust yang berawal dari komitmen seluruh komponen bangsa. ketiga, penyelenggara negara dan segenap elemen bangsa harus terjalin dalam satu kesatuan jiwa kata kuncinya adalah segera terwujudnya sistem kepemimpinan nasional yang kuat dan berwibawa di mata rakyat yang memiliki integritas tinggi, adanya kejelasan visi (kedepan) pemimpin yang jelas dan implementatif, pemimpin yang mampu memberi inspirasi dan mengarahkan semangat rakyat secara kolektif, memiliki semangat jihad, komunikatif terhadap rakyat, mampu membangkitkan semangat solidaritas atau conflict resolutor, hal tersebut merupakan sikap pemuda terhadap persoalan bangsa ini. Acara ini dipandu oleh Dr. Suwaib Amirudin, M.Si. (~SM.untirta.ac.id)

Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. H. Ahmad Sihabudin, M.Si PDF Cetak E-mail
Sabtu, 01 Oktober 2011 19:08


Serang, (28/09/11) bertempat di gedung B auditorium universitas sultan ageng tirtayasa dilakukan sidang terbuka senat universitas sultan ageng tirtayasa dalam acara pengukuhan Prof. Dr. H. Ahmad Sihabudin, M.Si, sebagai guru besar bidang ilmu komunikasi lintas budaya pada fakultas ilmu sosial dan ilmu politik (FISIP). dalam pidato pengukuhan guru besar Prof. Dr. H. Ahmad Sihabudin, M.Si, mengambil tema yang berkaitan dengan kehidupan dan perkembangan masyarakat, dengan judul"Etnografi komunikasi sebuah pendekatan kebijakan pembangunan berbasis kebudayaan dan pola komunikasi suatu komunitas". turut hadir dosen tamu kehormatan sebagai guru besar dosen ilmu Komunikasi Lintas Budaya, Prof. Dr. Aloysius Liliweri dari Universitas Nusa Cendana (Kupang), gubernur banten dalam hal ini diwakili oleh Wagub banten H. M. Masduki, para rektor perguruan tinggi se propinsi banten, kalangan akademisi, birokrat, hingga masyarakat adat baduy hadir pada acara pengukuhan ini. (~SM. Untirta.ac.id)
Terakhir Diperbaharui pada Sabtu, 01 Oktober 2011 22:01
Bantuan
LiveZilla Live Chat Software