Login
Form Surat Online

Register

Link Lainnya


Panduan E-Service




Informasi Pengunjung

Berita Fisip

Seminar Regional Perpajakan Prodi ANE PDF Cetak E-mail
Minggu, 27 May 2012 01:47


Bertempat di Auditorium UNTIRTA Gedung B lantai dua, Prodi Ilmu Administrasi Negara FISIP Untirta mengadakan seminar Regional Perpajakan Daerah dengan tema “Kinerja Perpajakan Daerah dan Potensi Penerimaannya” pada tanggal 23 Mei 2012. Seminar yang dikelola oleh mahasiswa mata Kuliah Perpajakan Semester IV ini menghadirkan 5 Pembicara yang dibagi dalam 2 Sesi. Sesi Pertama menghadirkan 3 Pembicara yaitu Sekretaris DPKAD Provinsi Banten, Ahmad Yusuf, Kepala DPKAD Kota Serang, Komarudin, dan Kepala DPPKD Kota Cilegon, Septo Kanaldi dan di moderatori oleh Dosen Prodi ANE, Deden M. Haris. Sesi Kedua, menghadirkan 2 Pembicara yaitu Kepala DPPKD Kabupaten Lebak, Virgo Janti dan Kepala DPKD kota Tangerang, H. Muhtarom dengan Moderator, Maulana Yusuf, Dosen Prodi ANE. Acara tersebut dibuka oleh Wakil Dekan I FISIP, Kandung Sapto Nugroho.

Dalam seminar ini dibahas bagaimana mengelola potensi Pajak Daerah hingga mengatasi masalah-masalah perpajakan yang berbeda-beda di setiap daerah. Adanya tarik ulur kepentingan antar daerah pun kerap terjadi. Namun Hal tersebut bagi setiap lembaga pengelola Keuangan Daerah merupakan tantangan yang harus dihadapi untuk meningkatkan penerimaan daerah. Potensi penerimaan seperti Pajak Reklame, Retribusi, pajak Kendaraan Bermotor hingga Transparansi Keuangan dan Perpajakan Daerah dibahas dalam seminar tersebut. (ane.fisip-untirta.ac.id)
Terakhir Diperbaharui pada Minggu, 27 May 2012 02:38
Diskusi Publik "Politisasi Buruh Indonesia - Amerika" PDF Cetak E-mail
Jumat, 11 May 2012 09:02

Serang (4/5), Bantenesia - Kisah kehidupan buruh di Banten, khususnya di Tangerang dan di Serang Timur mendapat perhatian dari aktifis sosial asal Amerika Serikat, Jim Keady. Dalam paparannya di Kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (4/5), Jim mengatakan bahwa kehidupan buruh yang tersebar di Banten, khususnya yang bergerak dalam bidang produksi peralatan olah raga yang menyuplai untuk kebutuhan dunia harus dapat hidup layak sesuai dengan produk yang diproduksinya.

Jim Keady hadir sebagai pembicara tunggal dalam Diskusi Publik "Politisasi Buruh Indonesia - Amerika" yang diselenggarakan oleh Fakultas Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten. Dalam paparannya, Jim mengambil contoh kasus Pabrik Sepatu Nike yang merupakan salah satu produsen alat olah raga kelas dunia yang menguasai 31% pasar dunia yang juga digunakan oleh para profesional olah raga.

Untuk membantu advokasi kehidupan para buruh, Jim beberapa kali harus hidup di Tangerang dengan standart kehidupan minimum yang menurut beliau sangat irasional. "Jika kehidupan buruh hanya dibayar dengan standar minimum, maka dipastikan para buruh pabrik tersebut tidak akan bisa hidup sejahtera walau sekedar untuk membiayai hidupnya sendiri," papar Jim.

Dalam melakukan aksi sosialisasi "Perbaikan Kesejahteraan Buruh" Jim dengan LSM Educating for Justice yang dipimpinnya giat melakukan penyebaran informasi buruknya kesejahteraan yang diterima para buruh, sementara keuntungan pabrik Nike sangat besar. Untuk tahun 2011, Nike membukukan keuntungan $ 2.100.000.000.000.

"Saya pikir sangat tidak wajar, jika untuk memperbaiki kehidupan para buruh, Nike masih berlepas tangan dan tidak mau meningkatkan taraf hidup kesejahteraan para buruh," papar Jim.

Sementara itu, Agus Sjafari selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Tirtayasa Serang mengatakan bahwa Diskusi Publik ini dilakukan sebagai bentuk kerjasama dengan dosen dan aktifis sosial dari luar negeri dalam berbagi informasi, "Saya pikir diskusi ini merupakan salah satu bentuk kepedulian FISIP terhadap kehidupan para buruh di Banten, apalagi Untirta bertetangga dengan pabrik-pabrik yang menjadi fokus penelitian Mr. Jim," tutur Agus. (B01) ~ sumber: http://bantenesia.com/index.php/banten/item/429-buruh-banten-harus-hidup-dalam-standar-layak-bukan-hanya-minimum

Sistematika TOR dan LPJ FISIP disusun lebih Sistematis PDF Cetak E-mail
Jumat, 20 April 2012 17:07
tor dan Lpj











PD II, Mia Dwiana (tengah) sedang menjelaskan sistematika Tor dan LPJ yang akan digunakan pada periode 2012-2016, di Puri Retno 1 Anyer, Selasa (17/4). (Cahyo)

Orangenews, Fisip
– Sistematika penyusunan Tor (Term of Reference) dan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) untuk menunjang kegiatan mahasiswa, mulai tahun 2012 disusun dengan format yang lebih sistematis. Hal tersebut dijelaskan PD II Fisip Untirta, Mia Dwianna pada hari kedua rapat koordinasi kemahasiswaan Fisip di Puri Retno I, Anyer, Selasa (17/4). "Pada dasarnya sistematisasi diperlukan untuk tertib administrasi. Apabila sistematisasi Tor dan LPJ berjalan sesuai rencana, maka ormawa Fisip juga yang akan diuntungkan karena dana terserap dengan baik," jelas Mia.

Selain itu, lanjut Mia, dibuatnya Tor & LPJ juga bertujuan untuk menjaga ketertiban jalannya organisasi.Pembuatan Tor dan LPJ harus dibuat sistematis menurut prosedural yang berlaku. Hal tersebut didasarkan pada permasalahan yang ada dalam pembuatan Tor dan LPJ selama ini, seperti kuantitas yang tercantum dalam Tor dan LPJ tidak sesuai dengan fakta. "Harus sama, kalau peserta seminar berjumlah 50 orang, seminarkitnya jangan ditulis 100," ujarnya, memberikan contoh.

Pencairan Dana
Pada kesempatan tersebut, Mia juga memaparkan aturan pencairan dana untuk kegiatan mahasiswa. Menurut aturan baru, khusus untuk hal-hal yang berbentuk kegiatan seperti seminar, ospek, dsb, 50 persen dana dapat dicairkan ketika ormawa mengajuan Tor. Lima puluh persen sisasnya baru diberikan ketika ormawa telah mengajukan LPJ. Sedangkan untuk inventarisasi, dana dapat dicairkan secara keseluruhan. (Susan/Julio) ~orange.fisip-untirta.ac.id
Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 20 April 2012 17:31
Sinergikan Proker, FISIP Gelar Rapat Sinkronisasi PDF Cetak E-mail
Jumat, 20 April 2012 16:59



Orangenews, Fisip
- Dalam rangka menyinergikan program kerja antara rektorat, fakultas, dan ormawa, dekanat Fisip menggelar rapat sinkronisasi bersama sejumlah ormawa Fisip, Senin (16/4).

Rapat yang digelar di Puri Retno 1, Anyer, Kabupaten Serang tersebut dihadiri oleh Dekan Fisip Untirta Dr. Agus Sjafari, Pembantu Dekan (PD) I Kandung Sapto Nugroho, dan PD III Gandung Ismanto, serta ormawa Fisip diantaranya Orange, Fosmai, Bem Fisip, Himakom, dan Himane.

Rapat yang rencananya digelar selama dua hari (16-17 April) tersebut membahas beberapa hal terkait program kerja Fisip Untirta periode 2012-2016. Dekan Fisip Untirta Dr. Agus Sjafari menjelaskan, visi utama yang ingin dicapai adalah mewujudkan Fisip yang kreatif dan berkarakter. Sedangkan misi yang ingin dicapai direpresentasikan dengan akronim ORANGE, yaitu Organized, Relationship, Accountability, Networking, dan Growth.

Dekan juga menjelaskan, untuk 4 tahun ke depan paling tidak Fisip Untirta akan membuka satu program studi baru, diantanya Ilmu Pemerintahan dan Broadcasting (Penyiaran).

Rapat tersebut berlangsung interaktif dengan banyaknya pertanyaan dan saran yang diberikan mahasiswa. (Tulus)

Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 20 April 2012 17:37
Talk Show Anti Seks Bebas BEM FISIP Untirta PDF Cetak E-mail
Jumat, 16 Desember 2011 17:46

Serang, (14/12/11) Data terburuk mengungkap fakta yang tidak kalah mirisnya, remaja bahkan rela melakukan aborsi ketika kehamilan menjadi tidak diinginkan: 700 ribu remaja Indonesia setiap tahunnya melakukan aborsi. Padahal tindakan aborsi pun beresiko menjadi kematian. Akibat-akibat lain dari seks bebas di kalangan remaja ini pun berbagai macam, terkena HIV/AIDS, PMS (Penyakit Menular Seksual), KTD (Kehamilan yang Tidak Diinginkan) hingga aborsi (seperti yang disebutkan tadi) yang dapat menyebabkan cacat permanen atau berujung pada kematian. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (BEM-Fisip Untirta) menggelar Talk Show dengan tema "Anti Seks Bebas" acara talk show ini dibuka oleh dekan Fisip Untirta DR. Agus Sjafari, M.Si. kurang lebih 211 peserta yang terdiri dari para mahasiswa dan mahasiswi ikut dalam acara talk show ini. para pematerinya antara lain, Nur Syafitri, S.Psi, M.Si, dari BKKBN Provinsi Banten, H. Didin Aliudin, SKM, M.Kes, Dari Dinkes Provinsi Banten, dan psikolog dari RSUD Kabupaten Serang, Sake Pramawisakti, S.Psi, talk show ini di moderatori oleh Ibenk mahasiswa Fisip Untirta. akibat psikologis yang seringkali terlupakan ketika melakukan hal ini sebenarnya adalah: rasa bersalah, marah, sedih, sesal, malu, kesepian, tidak punya bantuan, bingung, stres, benci diri sendiri, benci orang yang terlibat, takut tidak jelas, insomnia, kehilangan percaya diri, gangguan makan, kehilangan konsentrasi, depresi, berduka, tidak punya pengharapan, cemas, tidak memaafkan diri sendiri, takut hukuman tuhan, mimpi buruk, merasa hampa, halusinasi, sulit mempertahankan hubungan. Remaja sebagai asset yang perlu dijaga dan merupakan generasi penerus bangsa, menurut nur syafitri, dan H. Didin Aliudin mengatakan mari kita hindari seks bebas dan ciptakan generasi yang bebas HIV/AIDS. (Sumber: www.untirta.ac.id)
Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 16 Desember 2011 17:52
Bantuan
LiveZilla Live Chat Software