Talk Show Anti Seks Bebas BEM FISIP Untirta

Posted on

Serang, (14/12/11) Data terburuk mengungkap fakta yang tidak kalah mirisnya, remaja bahkan rela melakukan aborsi ketika kehamilan menjadi tidak diinginkan: 700 ribu remaja Indonesia setiap tahunnya melakukan aborsi. Padahal tindakan aborsi pun beresiko menjadi kematian. Akibat-akibat lain dari seks bebas di kalangan remaja ini pun berbagai macam, terkena HIV/AIDS, PMS (Penyakit Menular Seksual), KTD (Kehamilan yang Tidak Diinginkan) hingga aborsi (seperti yang disebutkan tadi) yang dapat menyebabkan cacat permanen atau berujung pada kematian. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (BEM-Fisip Untirta) menggelar Talk Show dengan tema “Anti Seks Bebas” acara talk show ini dibuka oleh dekan Fisip Untirta DR. Agus Sjafari, M.Si. kurang lebih 211 peserta yang terdiri dari para mahasiswa dan mahasiswi ikut dalam acara talk show ini. para pematerinya antara lain, Nur Syafitri, S.Psi, M.Si, dari BKKBN Provinsi Banten, H. Didin Aliudin, SKM, M.Kes, Dari Dinkes Provinsi Banten, dan psikolog dari RSUD Kabupaten Serang, Sake Pramawisakti, S.Psi, talk show ini di moderatori oleh Ibenk mahasiswa Fisip Untirta. akibat psikologis yang seringkali terlupakan ketika melakukan hal ini sebenarnya adalah: rasa bersalah, marah, sedih, sesal, malu, kesepian, tidak punya bantuan, bingung, stres, benci diri sendiri, benci orang yang terlibat, takut tidak jelas, insomnia, kehilangan percaya diri, gangguan makan, kehilangan konsentrasi, depresi, berduka, tidak punya pengharapan, cemas, tidak memaafkan diri sendiri, takut hukuman tuhan, mimpi buruk, merasa hampa, halusinasi, sulit mempertahankan hubungan. Remaja sebagai asset yang perlu dijaga dan merupakan generasi penerus bangsa, menurut nur syafitri, dan H. Didin Aliudin mengatakan mari kita hindari seks bebas dan ciptakan generasi yang bebas HIV/AIDS. (Sumber: www.untirta.ac.id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *